Jumat, 17 Februari 2012

Kerajinan Unik dari Limbah Sampah

Kerajinan Unik dari Limbah Sampah
Kamis, 29 Desember 2011

Oleh Degina Juvita
Dwi Budi Prasetyo, karyawan sebuah perusahaan swasta di bidang mekanikal elektronik memiliki hobi membuat kerajinan tangan. Bahan yang ia gunakan sederhana, berasal dari limbah sampah kulit telur, kardus, hingga kaleng  bekas minuman soda. Ia mengaku, sejak lama menggeluti kerajinan tangan. Namun produknya baru dipasarkan pada 2009.
 
“Dulu istri saya sering membuat kue. Saya merasa sayang jika bahan sisa seperti kulit telur terbuang. Akhirnya saya putuskan untuk membuat lukisan dari bahan kulit telur,” tutur bapak satu anak ini.
 
Kegemarannya melukis merupakan bekal penting dalam membuat kerajinan tangan. Budi menyadari mahalnya bahan baru, pasti perlu modal yang besar untuk membeli peralatan lukis. Ia putar otak, tak kehabisan ide-- lalu memanfaatkan limbah kulit telur sebagai bahan untuk berkarya.
 
Bosan dengan medium kulit  telur. Budi mencari alternatif  bahan lainnya seperti kardus bekas. Beragam bentuk kerajinan;  lampu dinding, kotak pensil  hingga  biola  rekaan, ia  buat  dari  kardus. Tak jarang karyanya  dibeli  oleh buyer dari  luar negeri. “Pernah suatu kali ada pesanan dari  kerabat  dekat. Mereka minta stok ribuan kotak pensil dari kardus untuk di kirim ke Singapura. Karena saya hanya membuatnya sendiri tanpa karyawan, mau tidak mau saya batalkan pesanan itu,” kenang Budi.
 
Pria kelahiran Semarang, Mei 1967 lalu ini, menjalankan usaha mandiri yang diberi nama Recycle Art sebagai pengisi waktu luang. Bertempat di rumahnya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Budi membuka art shop kecil-kecilan sembari menjalankan usaha warung makan lesehan. Suasana teras rumahnya riuh di siang hari, ramai oleh para mahasiswa yang istirahat jam kuliah. 
 
“Kebetulan rumah saya ini dekat kampus. Jadi sambil membantu usaha warung makan istri, saya pajang saja karya kerajinan tangan di teras. Tidak sedikit juga yang makan disini, lalu membeli kerajinan tangan,” cetusnya.
 
Budi  giat mengikuti  berbagai  pameran kerajinan tangan sejak 2009 hingga kini, seperti di Jakarta Convention Center (JCC). Dari ajang-ajang itu, Budi  manfaatkan promosi dan mengenal kolega dari berbagai kalangan. Karya terbaru yang dinuat Budi, berupa miniatur hingga relief  berbahan plat dari limbah kaleng minuman soda. 
 
Miniatur prajurit perang paling laku dipasaran. Harga miniatur Rp. 25 ribu hingga mencapai ratusan ribu. Produk-produknya terjual hingga  India dan Eropa. “Kebanyakan turis asing yang tertarik dengan kerajinan tangan daur ulang. Dari pengalaman saya, ketika menghadapi pelanggan dari Indonesia, begitu mereka tahu produk ini terbuat dari limbah sampah, mereka batal membeli,” ungkap Budi.
 
Sebuah karya yang harga jualnya paling tinggi adalah lukisan relief  naga berbahan batok kelapa. Harganya Rp. 5 Juta. Proses pengerjaan satu lukisan hanya membutuhkan waktu semalam  dan dilakukan sendiri.
 
Semua hasil kerajinan tangan Budi dikerjakan menggunakan peralatan sederhana. Yakni gunting, bolpoin, pisau kecil, lem  hingga tusuk gigi  yang jadi andalan membuat karya. Budi membuat kerajinan daur ulang sampah, tentu punya maksud-- agar sampah tak terbuang percuma. Bila sampah dimanfaatkan, bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat. Selain ikut menjaga lingkungan agar tetap bersih.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

kerajinan di nusantara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting